Sabtu, 04 April 2009

SIMAK UI Berjalan Sukses



Berlokasi di seluruh Indonesia, Minggu, 1 Maret 2009, Universitas Indonesia menyelenggarakan perhelatan akbar, Seleksi Masuk Universitas Indonesia (SIMAK UI), serentak di 35 kota yang tersebar dari Aceh hingga Papua dan satu kota di Malaysia. Ujian ini diikuti oleh 78.965 orang yang akan bertarung untuk memperebutkan 6.240 kursi.


SIMAK adalah ujian seleksi terpadu masuk Universitas Indonesia yang diselenggarakan bagi calon mahasiswa untuk semua jenjang pendidikan yang ada di Universitas Indonesia yakni jenjang Pendidikan Doktor, Magister, Sarjana dan Vokasi (Diploma Tiga). Peserta terbesar ialah jenjang sarjana reguler yaitu 64.388 peserta. Disusul peserta program vokasi 7026; paralel sebanyak 4306; magister, 2741 peserta (575 peserta atau 20,98 % dari daerah); 353 peserta Doktor (79 peserta atau 22,3 % dari daerah) dan Profesi sebesar 151 peserta (10 peserta atau 6,62 % dari daerah).

SIMAK UI merupakan solusi bagi penyelenggaraan ujian dengan aksesibilitas yang luas, berkeadilan, efisien, dan ekonomis baik bagi penyelenggara maupun peserta. Aksesibilitas teruji dengan tersedianya lokasi ujian di hampir seluruh provinsi di Indonesia. Jadi, peserta tidak akan disulitkan dengan harus mengeluarkan biaya transportasi yang besar, hanya untuk mengikuti SIMAK UI di kota Jakarta misalnya; Berkeadilan, karena dengan hanya satu kali ujian pada tanggal 1 Maret 2009, hasil ujian peserta dapat langsung digunakan untuk mengikuti program sarjana reguler dan vokasi (misalnya). Sehingga, tidak terjadi “keserakahan” karena ada satu peserta yang diterima di dua program sekaligus.



Efisien terwujud karena dengan biaya ujian mulai Rp. 200.000 - Rp. 500.000, peserta ujian, dapat memilih 8 jurusan sekaligus. Ke-ekonomisan terbukti karena peserta yang lolos masuk UI melalui SIMAK, tidak akan dibedakan biaya kuliah per- semesternya dengan yang lolos masuk UI melalui SNMPTN, UMB atau jalur prestasi (untuk sarjana reguler). Jalur SIMAK tidak mendiskriminasi pesertanya, hingga membiayai perkuliahan lebih mahal.

Biaya pendidikan bagi mahasiswa yang terjaring dalam SIMAK UI diterapkan melalui biaya pendidikan berkeadilan, sehingga tidak menjadi kendala bagi calon mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi.

Peserta yang memilih kelompok IPA sebanyak 28.003 peserta, kelompok IPS sebanyak 24.917; dan 12.862 peserta kelompok IPC. Pengelompokan peserta juga terekam pada beberapa fakultas yang memiliki program studi favorit, sehingga peserta tersebut harus berkompetisi cukup ketat guna memperebutkan satu kursi.

Sebagai ilustrasi pada tahun 2007, satu kursi di fakultas kedokteran diperebutkan oleh 25 calon mahasiswa. Sedangkan, hubungan internasional, satu bangku diperebutkan oleh 55 orang mahasiswa. Di tahun yang sama, untuk bisa lolos masuk fakultas kedokteran, nilai minimal 935. Ini yang membuat UI menjadi salah satu universitas di dunia dengan tingkat kompetisi paling tinggi.

Pendaftaran SIMAK UI yang telah dimulai sejak 19 Januari hingga 19 Februari 2009 melalui pendaftaran online yang dapat diakses oleh peserta melalui internet dari seluruh pelosok Indonesia. Penyelenggaraan SIMAK UI melibatkan 35 Panitia Lokal yang tersebar di seluruh Indonesia dan satu Panitia Lokal Kuala Lumpur di Malaysia. Kota-kota di Indonesia yang telah siap menyelenggarakan SIMAK UI adalah Banda Aceh, Tapanuli Tengah, Tanjung Pinang,Padang, Jambi, Pekan Baru, Bengkulu, Batam, Bandar Lampung, Palembang, Banten, Jakarta, Depok, Bekasi, Bogor, Bandung, Semarang, Magelang, Yogyakarta, Surabaya, Mataram, Malang, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Palangkaraya, Makasar, Manado, Gorontalo, Palu, Kendari, Ambon, Jayapura, Manokwari dan Timika. Sedangkan di Malaysia ujian akan dilaksanakan di Kuala Lumpur. Penunjukkan Panitia Lokal dimaksudkan untuk mempermudah penyelenggaran ujian di daerah dengan menyediakan tempat ujian, pengawas ujian, dan membantu peserta yang mengalami kendala akses internet di daerah. Pengumuman SIMAK UI dapat diakses melalui internet mulai tanggal 4 April 2009.

Pemantauan pelaksanaan SIMAK UI pada 1 Maret 2009 didukung oleh para pengawas dari Panitia Lokal masing-masing daerah dan tim pemantau dari Universitas Indonesia yang melibatkan 143 orang terdiri dari pengajar, mahasiswa dan karyawan.

Sumber : www.ui.ac.id

Tidak ada komentar: